Pengertian 4 Pilar Kebangsaan beserta Isi dan Maknanya!

4 pilar kebangsaan–¬†Dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak mungkin jika negara itu tidak memiliki patokan atau pedoman khusus untuk membuat rakyatnya merasa hidup sejatera, tentram dan damai. Bahkan ketika membuat peraturan-peraturan baru, maka perturan itu dibuat berdasarkan patokan yang sudah ada. Dalam hal ini, Indonesia memiliki 4 Pilar Kebangsaan untuk mengatur masyarakatnya agar tercapai hidup damai dan sejahtera.

4 Pilar Kebangsaan
4 Pilar Kebangsaan

Empat pilar atau yang juga disebut Soko Guru atau tiang penyangga yang kokoh. Di sini 4 pilar kebangsaan ini merupakan suatu sistem keyakinan atau belief system yang di dalamnya terdapat prinsip, konsep, serta nilai yang dianut oleh masyarakat. Adanya 4 pilar kebangsaan ini diharapkan sebagai landasarn hidup masyarakat Indonesia baik dalam hubungan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya suatu ketertiban, keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua warga negara. Berikut adalah 4 pilar kebangsaan yang ada di Indonesia.

4 Pilar Kebangsaan Beserta Isi dan Maknanya

1. Pilar Pancasila

Fungsi dari Pancasila sebagai belief system yang ada di Indonesia karena sila Pancasila yang tertera di sana mampu menjaga Indonesia menjadi suatu kesatuan yang utuh tanpa membedakan. Hal ini karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan negara yang juga memiliki keyakinan beragama yang berbeda-beda pula.

Mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esahingga sila kelima yang berbunyi Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesiainilah bisa digunakan sebagai pedoman hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

2. Pilar UUD 1945

Pilar kedua yang dipilih sebagai 4 pilar kebangsaan adalah UUD 1945. Disini kita menemukan penjelasan lebih detail mengenai tujuan negara sebagai negara Indonesia dan sebagai bagian dari dunia. Mulai dari UUD 1945 inilah kita mampu memberikan beberapa pasal dan ayat yang lebih jelas. Jika tidak berpedoman pada UUD 1945 bagaimana kita bisa membuat batang tubuh yang ada didalamnya. Selanjutnya pasal dan ayat UUD 1945 inilah yang akan mengatur lebih jauh kehidupan masyarakat Indonesia.

3. Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Begitu banyak bentuk negara di dunia ini pernahkah teman-teman bertanya mengapa negara Indonesia adalah NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keputusan ini tidaklah sembarangan dibuat tapi juga mempertimbangkan beberapa aspek sejarah yang pernah terjadi.

Kita bisa melihat bahwa sebelum Indonesia menjadi NKRI, pemerintah Belanda mengambil langkah strategi pecah belah atau devide et impera untuk menghancurkan Indonesia karena pada saat Indonesia belum menjadi negara Kesatuan. Tetapi setelah Indonesia mampu menjadi negara Kesatuan strategi itu dipatahkan.

4. Pilar Bhineka Tunggal Ika

Tahukah kalian bahwa Bhineka Tunggal Ika ini merupakan semboyan yang muncul pada kitab Kakawin Sutasoma karta Mpu Tantular salah satu pujangga dari kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayamwuruk sekitar tahun 1350-1389. Sebenarnya semboyan ini ada kelanjutannya yaitu Bhinna Ika Tungga Ika, tan hana dharma mangrwa yang artinya meski berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua. Pada masa itu kerajaan Majapahit memang memiliki masyarakat yang menganut berbagai agama. Dengan semboyan inilah mencegah masyarakat pada masa itu untuk tetap mengabdi pada kerajaan meski memiliki agamanya yang berbeda.

Sama dengan Indonesia yang terdiri dari bermacam suku, agama, dan bahasa. Dengan semboyan inilah Indonesia diharapkan mampu mengesampingkan agama, suku, dan bahasa demi negara Indonesia. Meski berbeda tetap satu jua. Tidak ada yang lebih penting daripada keutuhan negara Indonesia.