Pengertian HAM Hak Asasi Manusia Dalam dan Luar Negeri Menurut Para Ahli

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Menurut Para Ahli Dalam dan Luar Negeri –Pembahasan mengenai HAM masih menjadi topik yang akan selalu hangat mengingat banyak kepentingan terlibat didalamnya. Isu-isu yang muncul ke permukaan juga masih menjadi perbincangan dan perdebatan antar pakar. Lantas, apa sebenarnya pengertian dari HAM itu sendiri?

Pengertian Hak Asasi Manusia
Pengertian Hak Asasi Manusia

Pengertian HAM Secara Umum

Adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun

Banyak pakar memiliki pendapat tersendiri mengenai definisi dari HAM. Berikut beberapa penjelasan mengenai Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Menurut Para Ahli Dalam dan Luar Negeriyang bisa Anda simak!

Pengertian HAM Menurut Para Ahli Luar Negeri

  • John Locke
    seorang filsuf dan politikus mendefinisikan HAM sebagai suatu hak yang diberikan langsung oleh Tuhan yang bersifat kodrati. Artinya, hak yang dimiliki oleh setiap manusia menurut kodratnya dan tidak dapat dipisahkan hakikatnya sehingga sifatnya adalah suci.
  • David Beetham & Kevin Boyle
    adalah orang yang ahli dalam kaitannya dengan demokrasi menjelaskan bahwa Hak asasi manusia dan kebebasan fundamental adalah hak-hak individual dan berasal dari berbagai kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.
  • Karel Vasak
    seorang profesor dari Perancis berpendapat bahwa Hak asasi manusia merupakan 3 generasi yang didapat dari revolusi Prancis. Karel Vasak mengistilahkan generasi hal ini karena yang dimaksud untuk merujuk pada inti serta ruang lingkup dari hak yang menjadi suatu prioritas utama dalam beberapa kurun waktu tertentu.
  • Austin Ranney
    seorang pengamat politik Amerika menuturkan tentang Hak asasi manusia merupakan ruang kebebasan bagi setiap individu yang dirumuskan dengan jelas dan rinci dalam konstitusi serta sudah dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli Dalam Negeri

  • Haar Tilar
    seorang pendidik, pemikir, praktisi pendidikan Indonesia menuliskan bahwa HAM adalah hak yang melekat pada diri tiap insan, apabila tiap insan tidak memiliki hak-hak itu maka setiap insan tersebut tidak bisa hidup seperti manusia. Hak tersebut didapatkan pada saat sejak lahir ke dunia.
  • Koentjoro Poerbopranoto
    seorang Guru besar Fakultas Hukum Unair Surabaya dan juga seorang pengacara Indonesia menjelaskan bahwa hak asasi manusia adalah suatu hak yang bersifat mendasar. Hak yang telah dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang tidak bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.
  • Mahfud M.D
    seorang Hakim dan juga politisi Indonesia memaparkan tentang HAM merupakan hak yang sudah melekat pada martabat setiap manusia dan hak tersebut sudah dibawa sejak lahir ke dunia dan pada hakikatnya hak tersebut bersifat kodrati.
  • Muladi
    seorang menteri kehakiman dan ahli hukum menuturkan pendapatkanya tentang pengertian Hak asasi manusia adalah segala hak pokok atau mendasar yang melekat pada diri setiap manusia dalam kehidupannya.
  • Miriam Budiardjo
    seorang tokoh perjuangan Indonesia yang pernah menjadi diplomat pertama Indonesia yang bertugas di New Delhi, India berpendapat mengenai Hak asasi manusia adalah hak yang harus dimiliki pada setiap orang yang dibawa sejak lahir ke dunia dan memiliki sifat yang universal, karena dimiliki tanpa adanya perbedaan rassuku, budaya, agama, kelamin dan sebagainya.
  • Franz Magnis Suseno
    seorang budayawan, rohaniwan dan pemikir berkebangsaan Jerman dan beralih kewarganegaraan menjadi Indonesia ini memiliki pendapat terkait Hak asasi manusia ialah hak-hak yang sudah dimiliki pada setiap manusia dan bukan karena diberikan oleh masyarakat, bukan karena hukum positif yang berlaku, namun berdasarkan martabatnya sebagai seorang manusia. Manusia memiliki HAM karena ia adalah manusia.
  • Komnas HAM
    merumuskan HAM sebagai Hak Asasi Manusia yang mencakup dari berbagai bidang kehidupan manusia, baik itu sipil, politik, sosial dan kebudayaan ataupun ekonomi. HAM tidak mendukung adanya individualisme, melainkan melindungi individu, kelompok, ataupun golongan, ditengah-tengah kekerasan kehidupan yang modern. Hak asasi manusia merupakan tanda solidaritas yang bersifat nyata dari suatu bangsa terhadap warganya yang lemah.
  • UU No 39 Tahun 1999
    Menurut UU No 39 Tahun 1999 pasal 1, pengertian HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di dilindungi dan hargai oleh setiap manusia.

Ciri-Ciri HAM / Hak Asasi Manusia

  • HAM bersifat universal , artinya semua manusia tanpa memandang RAS memiliki HAM
  • HAM merupakan hak semua orang, dan tidak dapat dibagikan kepada orang lain.
  • HAM melekat pada seseorang tidak dapat di hilangkan, di cabut atau diserahkan kepada orang lain
  • HAM bersifat kekal (hakiki) yang ada sejak manusia lahir ke dunia

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Menurut Para Ahli Dalam dan Luar Negeriyang bisa kami sajikan, semoga bermanfaat!