Fadlli Robbi Fadlli Robbi merupakan Founder dari Portal Belajarmu.com. Selain itu, Sangat responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Kalian di Forum Tanya Jawab.

Pengertian Titrasi Asam Basa Lengkap Dengan Contohnya

1 min read

Salah satu kegiatan kimia yang akan dilakukan adalah melakukan titrasi. Jika dilihat dari jenis reaksinya maka titrasi dibedakan menjadi titrasi redox atau titrasi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri, dan titrasi asam basa. Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang titrasi asam basa, pengertian lengkap dengan contohnya. Sebelum mebahas lebih jauh mari kita pahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud titrasi asam basa.

pengertian tirta asam basa adalah

pengertian tirta asam basa adalah

Pengertian Titrasi Asam Basa

Apakah yang dimaksud dengan titrasi? Sederhananya, titrasi adalah salah satu teknik kimia yang dilakukan untuk menentukan kadar larutan dengan mereaksikan larutan yang telah diketahui kadar larutannya. Maka titrasi asam basa pun digunakan untuk mengetahui kadar atau moralitas dari suatu asam dan basa dengan cara mereaksikan larutan yang ingin diketahui kadarnya dengan larutan yang sudah diketahui kadarnya.

Larutan asam yang digunakan adalah senyawa kimia yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan pH di bawah 7 yang biasanya unsur kimianya memiliki lambah Ha sedangkan larutan basa yang digunakan adalah senyawa kimia yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan pH diatas 7.

Cara Melakukan Titrasi Asam Basa

Dalam melakukan titrasi asam basa, maka kedua senyawa itu sebagai titran atau zat yang akan ditambahkan dari buret. Titran iniah yang nanti ditambahkan sedikit demi sedikit kedalam reaksi titrasi sampai didapat titik ekuivalen. Sebenarnya didalam titrasi asam basa dikenal beberapa teori yang bisa digunakan yaitu asam kuat dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan garam dari asam lemah, dan basa kuat dengan garam dari basa lemah.

Masing-masing dari teori titrasi asam basa itu memiliki rumus yang berbeda-beda, meski begitu kita dapatkan rumus sebagai berikut:

N.V asam = N.V basa

Dengan N adalah moralitas dan V adalah volume.

Titik Ekuivalen Titrasi Asam Basa

Melakukan titrasi berarti melarutakan suatu larutan yang kadar konsentrasinya sudah dikethaui ke larutan yang kadar konsentrasinya belum dikethaui. Dalam proses tersebut akan didapatkan suatu titik ekuivalen yang akan dicapai. Misalnya saja jika larutan yang sudah dititrasi mencapai pH=7 maka titik ekuivalen tersebut didapat dengan cara mencampurkan asam kuat dan basa kuat. Sedang jika kalian mencampurkan asam lemah dan basa lemah akan diperoleh pH kurang dari 7. Ada dua metode yang digunakan untuk memprediksi titik ekuivalen ini yaitu dengan menggunakan pH meter atau kertas lakmus.

Contoh Titrasi Asam Basa

Pada contoh yang pertama kita akan membuat titrasi asam kuat dengan basa kuat yaitu dengan larutan HCl dan NaOH. Sebuah larutan HCl 0,1 M ditetesi dengan sebuah larutan NaOH 0,1 M. jika percobaan ini digambarkan dalam bentuk kurva akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Dari percobaan tersebut maka diketahui jika:

  1. pH larutan antara HCl dan NaOH mengalami kenaikan sedikit demi sedikit.
  2. Terjadi perubahan drastic ketika berada di sekitar titik ekuivalen
  3. Pada titik ekuivalen pH-nya adalah netral atau 7
  4. Indikator yang bisa digunakan adalah metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein.

Saat melakukan titrasi, biasanya akan lebih sering menggunakan indikator fenolftalein dikarenakan perubahan warnah yang mudah untuk diamatai.

Dari sedikt penjelasan diatas, beberapa percobaan titrasi lainnya bisa dilakukan dengan mencampurkan asam lemah dengan basa kuat seperti CH3COOH 0,1 M ditetesi dengan larutan NaoH 0,1 M, titrasi basa lemah dengan asam kuat yaitu dengan NH3 0,1 M dengan HCl 0,1 M.

Fadlli Robbi Fadlli Robbi merupakan Founder dari Portal Belajarmu.com. Selain itu, Sangat responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Kalian di Forum Tanya Jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *